Park Ri Seul's Life Stories

Luna sedang membuka kotak pos rumahnya. Saat dibuka, ia kaget luar biasa. Wow, suratnya banyak sekali!
“Wow, dalam sebulan ini, siapa yang mengirim surat sebanyak ini, ya?” gumam Luna kaget.

Luna tinggal di cluster ‘Mountain River’ di Philadelphia, Pennsylvania dan pindah dari Indonesia setahun yang lalu karena pekerjaan Papanya. Keluarganya terdiri atas Papa, Mama, Kak Valencia dan Gisella. Ia bersekolah di Max Scory Junior High School dan sekarang sudah grade 8. Keluarga Luna hampir semuanya tinggal berjauhan. Kak Valencia sedang kuliah di Jerman, sementara Papa bekerja di Chicago dan pulang saat ada acara-acara penting atau liburan panjang.  Jadi yang ada di rumah hanya Mama, Luna dan Gisella.

“Urgghh … surat-surat ini berat sekali. Gisellaaa … tolong bantu aku bawain surat-surat ini, dong!” seru Luna. Gisella berlari menuju arah Luna.

“Sini, biar kubawain surat-suratnya. Aku bawain setengahnya, ya!” ujar Gisella.

“Kata Mama, tunggu sebentar. Mama masih akan menelepon ke nomor Gisella,” ucap Luna.
“Kalau begitu, terima kasih,” Mbak Arum meninggalkan Luna sendirian.

Tiba-tiba, suara sepeda Pak Pos terdengar di depan rumah Luna. Luna iseng membuka tirai kamarnya dan melihat Pak Pos berada di depan pintu rumahnya.
“Permisi,” terdengar suara Pak Pos. Luna segera menuruni tangga dan membuka pintu.
“Ya, saya Luna. Ada apa?” tanya Luna.
“Ini untuk Luna Miranda,” jawab Pak Pos seraya menyerahkan sepucuk surat.
“Terima kasih, Pak Pos!” Luna mengambil amplop surat itu. Pak Pos segera meninggalkannya untuk mengantarkan surat yang lainnya.
“Surat dari siapa, ya?” Luna bertanya-tanya, lalu masuk ke dalam. Ia berlari ke kamarnya dan merobek amplopnya. Amplop itu sudah lusuh dan berwarna cokelat pudar. Di dalamnya, terdapat tulisan tangan yang rapi di sebuah kertas yang sama lusuhnya dan berwarna cokelat pudar. Luna membacanya perlahan. Penasaran isinya? Yuk lihat isinya!

Untuk sahabatku, Luna.
Bagaimana kabarmu? Aku harap kau baik-baik saja. Disini sangatlah gelap, tak ada orang. Luna, kunjungilah aku di Pulau Loleo. Kupikir tiket yang kuberikan cukup untukmu. Aku akan selalu menantimu disana dan kau akan mendapat kejutan yang luar biasa

Salam sayang,
Melody Felicia

“Melody Felicia? Aku tidak kenal dia,” Luna kebingungan. Ia meraba amplop lusuh itu lagi. Ternyata ada 5 tiket yang diberikan Melody dan jadwal keberangkatannya 16 Oktober tahun lalu? Hah?!

Bersambung …

Iklan

Aku ini SONE sejati! Tapi bukan berarti aku benci Cherrybelle. Aku benci Cherrybelle hanya 70%

Menurutku, Cherrybelle itu anggotanya lumayan cantik (tapi masih cantikkan SNSD, dong!) dan suaranya, yaahh … lumayan biarpun agak-agak jelek juga. Tapi mereka tidak menggunakan kesempatan mereka. Mereka malah memalukan orang Indonesia dengan mencontek SNSD. Suarapun dilebay-lebay-in. Ewh, kamseupay! Kalau memang Cherrybelle fans SNSD, itu wajar karena kesukaan kita adalah hak setiap orang, tapi jangan sampai berlebihan begitu! Well, aku rasa mereka akan lebih populer jika enggak sok imut sampai suara dilebay-lebay-in. Jadilah Cherrybelle apa adanya. Ya … itu komentarku.

 

Hahaha … aku enggak akan ngomongin Cherrybelle PLAGIAT itu lagi. Aku pertama kali kenal SNSD saat orang-orang banyak membicarakan SNSD itu bagus dan cantik. Apalagi, profil SNSD keluar di Majalah Bobo. Tapi, yang paling kusuka adalah Seohyun. Awalnya aku suka Seohyun karena golongan darahnya A (hehehe ..). Tapi lama-lama jadi fansnya beneran, deh! Aku lalu nge-search di Youtube lagu SNSD. Saat aku ngetik ‘snsd’, keluar ‘snsd gee’. Ya udah, aku coba saja. Aku klik dan keluarlah lagu Gee. Aku klik videonya dan menurutku lagunya lumayan keren. Apalagi, dancenya juga lumayan hebat dengan sepatu high heels (kupikir, bukan cuman aku saja yang berpikir bahwa menari sambil memakai high heels itu menakutkan dan pastinya sakit luar biasa) dan pernafasan mereka bagus biarpun menari tapi tidak terengah-engah begitu. Aku jadi suka SNSD deh. Aku cari informasi lebih banyak lagi, ternyata mereka sudah di training oleh S.M. Entertainment bertahun-tahun. Paling lama saja 9 tahun! Hebatt … aku salutt … mereka di training dan tinggal di dorm.

Well, setelah itu aku search lagu-lagu SNSD lain. Lalu, aku coba-coba dancenya. Lumayan juga, biarpun tidak seprofesional SNSD. Badanku yaaa… ideal laah … dengan tinggi 142 cm dan berat 38 kg (endut gak?)  Heheheh … Biarpun aku dibilang agak ‘endut’, tapi aku lumayan lincah kalau nari (eittss, kok aku promosiin aku sendiri.. hehehe)

Ya, ya, ya .. Pokoknya gitu laaahhh … itu pertama kali aku kenal SNSD.

Wish U LUCK SNSD! Dan CHIBI, PLEASE YAA .. NYADAR DONG!!! KALIAN BERPOTENSIAL TAPI TIDAK MENGGUNAKAN KEMAMPUAN YANG TUHAN BERIKAN PADA KALIAN!!!!!!

 

안녕하세요

Halooo semuanyaa … Pembaca blog Cerita Anak Ceria, aku sudah pindah ke wordpress yaaa …. karenaaa aku agak jengkel sama ketentuan blogger yang bikin pusing dan ribet. Itu terjadi begitu blogger di upgrade.

Ya … sekarang aku bukan anak-anak lagi, tapi aku sudah beranjak SMP 1. Tapi, biarpun begitu, aku akan usahakan cerita ini akan ada cerita anak juga, tapi sedikit ke remajaan. Ya, gaya bahasaku, gaya mengarang ceritaku sudah berubah TOTAL!

 

Aku berharap bisa dimakhlumi … Well, ada yang tahu cara menghapus blog yang kita buatt??

 

감사합니다